Padang Bulan
tentang syair Padang Bulan yang notabene nya adalah sholawat

Lirik Padang Bulan
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
[Allohumma Sholli wa Sallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa Muhammadin] 2X
[‘Adada maa fii ‘ilmillahi Sholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi] 2X
Padang bulan, padange koyo rino.
Rembulane sing ngawe-awe 2X
Ngelengake, ojo turu sore.
E… Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore 2X
Lamun wong tuwo, Lamun wong tuwo keliru mimpine
Ngalamat bakal, Ngalamat bakal getun mburine] 2X
Wong tuwo loro, kundur ing ngarso pengeran
Anak putune, rame rame rebutan warisan 2X
Wong tuwa loro, ing njero kubur anyandang susah
Sebab mirsani, putera puterine ora ngibadah (dho pecah belah) 2X
Kang den arep-arep, yoiku turune rahmat
Jebul kang teka – Jebul kang teka, nambahi fitnah 2X
Iki dino, ojo lali lungo ngaji
Takon marang, Kyai Guru kang pinuji 2X
Enggal siro, ora gampang kebujuk syetan
[Insya Alloh, kito menang lan kabegjan] 2X
[Jaman kepungkur, ono jaman jaman buntutan
Esuk-esuk, rame rame luru ramalan] 2X
Gambar kucing, dikira gambar macan
[Bengi diputer – bengi diputer, metu wong edan] 2X
[Kurang puas kurang puas, luru ramalan
Wong ora waras wong ora waras, dadi takonan] 2X
Kang ditakoni, ngguyu cekaka’an
[Jebul kang takon – jebul kang takon, wis ketularan] 2x
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ
عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ
Tafsir Padang Bulan
“Padang bulan, padange koyo rino”
bait pertama ini tidak ada hubungannya dengan waktu siang dan malam, apalagi membicarakan matahari dan rembulan, tetapi membicarakan hidup dan mati, Rino atau siang hari dinisbatkan sebagai kehidupan dunia,
“padang bulan” adalah kehidupan setelah mati. kehidupan setelah mati itu seperti kehidupan dunia, sama dalam hal yang dilakukan, bila hidup taat taqwa maka akan berbuah serupa kala di alam rembulan(kematian), berlaku pula sebaliknya.
” Rembulan sing awe-awe”.
Bahasa ini mengandung majasi metafora, benda mati tapi dinyatakan hidup sebagaimana manusia. siapa yang di awe-awe? jawabannya siang dan segala isinya. semua yang mengalami siang pasti akan menjumpai malam, dalam makna denotasi siapa yang mengalami hidup akan bertemu mati,
rembulan awe-awe merupakan sebuah himbauan agar selalu ingat pada rembulan ‘kematian”, makanya syair lanjutannya ” ngelengake ojo turu sore”. tidur sore itu ibarat orang sudah tua malah lupa atau tidak sadar akan dirinya, terlalu terhanyut dalam kenikmatan mimpi dunia, padahal tak lama lagi akan berjumpa rembulan “mati”.
‘turu sore” atau tidur sore dalam bahasa indonesia tidaklah selalu bermakna tua, bahkan bisa bermakna lupa. kala pagi lupa malam bisa dikatakan turu sore, karena tidak semua yang hidup dipagi berjumpa sore
“Kene tak critani kanggo sebo mengko sore”
dalam bahasa indonesia berarti “datang kesini akan kuceritakan untuk bekal nanti sore” yaitu makna sebuah tawaran dan ajakan untuk bekal bila telah mendekati rembulan”kematian”.
singkat kata syair ini mengajak kita untuk mengurai kehidupan lebih baik, demi kebaikan rembulan”kematian) -alam sesudah kematian.
視頻
Demikian, 希望它有用
- 歌詞, 視頻, 拉丁文本, 阿拉伯和印度尼西亞祈禱Ya Robbi Bil Musthofa
- Lir ilir喺印度尼西亞語同爪哇語中嘅含義同含義與視頻
- 阿拉伯文本, 拉丁語, 爪哇語同翻譯嘅Al I'tiraaf或詩歌Abu Nawas同視頻
- 背誦阿拉伯語Nariyyah祈禱文, 拉丁語和視頻以及基於古兰经同聖訓嘅Nariyah祈禱嘅好處
The post Padang Bulan appeared first on this page.